
With my deepest condolences for those who lost their loved ones
Setelah tertunda berhari-hari, tadi pagi dengan tekad bulat akhirnya jalan juga ke Mega Kuningan untuk apply visa. Tapi karena harus ambil terjemahan dulu di daerah macet, yang tadinya start berangkat jam 9 pagi, baru sampai di Kedubes China jam 11 siang. Antriannya dong, lebih panjang dari antrian telur ayam di supermarket di Beijing. Dijemur berpanas-panas di bawah matahari Jakarta. Ih, terakhir kepanasan begini dalam posisi yang sama, berbaris,waktu jamannya upacara di sekolah duluuuu banget.
Akhirnya visa bisa diproses hari ini juga. Diambil sorenya.
Oh iya, siang tadi sambil nunggu visa selesai, mampir ke ground zero nya JWM & RC. Pita kuning police line silang-menyilang di sepanjang jalan. Sayang ga bisa ambil jarak lebih dekat lagi untuk foto-foto. Pake acara ditanyai punya kartu press nggak sama pak pulisi. Ampun pak, saya cuma blogger, bukan wartawan. Sumpah! qiqiqiqiqi. Lapangan di depan Ritz penuh dengan tenda2 militer, mobil2 tim Gegana, mobil dari berbagai stasiun tv, beberapa metromini yang isinya penduduk RT sekian-sekian yang ikutan ngeramein lapangan plus tukang gorengan dan teh botol.
Di Mall Ambassador (biasa deh si mommy kalo ga bawa Bri suka agak kalap mampir ke ITC) hampir rata2 semua orang masih ngebahas bom JWM, ga SPG di kios, warung soto, di eskalator….
Update: wireless router is successfully installed. Ah skarang bisa blogging, web designing dari kamar sambil nungguin Bri
Rencana keberangkatan ke China dah confirm, tanggal berangkat 10 Agustus ini. Dijemput daddy, trus kita layover semalam di Singapore, lanjut ke Beijing dan transit beberapa jam sebelum akhirnya ke Inner Mongolia. It’s going to be the longest trip for Bri.













Wah memang begitu mom, kalo udah ke Kuningan tp ga singgah ke ITC rasanya gak lengkap. Hahahaaa…
Eniwei, ke china dalam rangka apa mom? Ada ga ceritanya di sini ya…..
Blum diposting lengkapnya, nyusul aja …
mo nitip apa?
Hohoho… ITC masih nguber dvd dan baju batik niy